Ada Apa dengan Striker Inggris Romelu Lukaku?

Ada Apa dengan Striker Inggris Romelu Lukaku?

27/11/2018 0 By agen ratu

Ada Apa dengan Striker Inggris Romelu Lukaku?

Ada Apa dengan Striker Inggris Romelu Lukaku?

Romelu Lukaku tidak pernah membaik sejak awal musim ini. Permainan semakin menurun. Ada apa dengannya? Kenapa ia bisa seperti itu?

Menjadi striker tim tersukses di tanah Inggris tidak bisa dilakukan oleh semua pemain. Manchester United mempunyai sejarah dalam mengoleksi berbagai striker kelas dunia yang sukses menjalani masing-masing kariernya di sana. Sebut saja Eric Cantona, Ruud van Nistelrooy, Wayne Rooney hingga Zlatan Ibrahimovic. Tapi tongkat estafet itu tidak berhasil – atau mungkin tidak mampu – dilanjutkan oleh Romelu Lukaku.

Ada Apa dengan Striker Inggris Romelu Lukaku?

Ada Apa dengan Striker Inggris Romelu Lukaku?

Ada Apa dengan Striker Inggris Romelu Lukaku?

Sejak awal kariernya di sepak bola Eropa, menjadi Lukaku bukanlah misi yang mudah. Pertama kali dikenal oleh kalangan gamers karena merupakan salah satu wonderkid di serial game Football Manager edisi 2010, beban berat perlahan-lahan memenuhi pundaknya. Pertanyaan itu pun muncul. Apakah Lukaku memang seorang wonderkid? Atau ia hanya striker biasa yang kebetulan mendapat nilai potensial bagus di game?

Semua orang berpikir kalau jawaban itu akan terjawab ketika ia pindah dari Anderlecht ke Chelsea pada tahun 2011 silam. Sayangnya harus tertunda selama beberapa musim karena Lukaku hanya menjadi pemain pinjaman ke dua tim – West Bromwich Albion dan yang akan menjadi panggung pertamanya, Everton – dan tidak mampu mencetak satu gol pun di Chelsea.

Seperti yang sudah ditulis, ia akhirnya berlabuh ke Everton dan mulai berhasil membuktikan dirinya. Tiga tahun bermain di sana sebagai pemain permanen, Lukaku selalu mampu mencetak minimal 20 gol dalam satu musim. “Oh dia sepertinya benar-benar wonderkid”, pikir para penggila Football Manager di luar sana. Ketika akhirnya Lukaku memutuskan bergabung ke United, semua mengeluk-elukkannya. Lukaku bagaikan kunci jawaban dari absennya Ibrahimovich pada tahun itu.

Musim pertama di United, semua berjalan cukup mulus – walau ada beberapa nada sumbang yang mengatakan kalau first touch pemain asal Belgia itu buruk – tapi buktinya ia berhasil mencetak total 27 gol dari 51 penampilan. Tanpa perlu ada alasan adaptasi, penyesuaian dan sebagainya, Lukaku semakin mantap menancapkan namanya sebagai striker berbahaya di Premier League.

Tapi memasuki musim 2018/19, semua berubah 180 derajat. Lukaku tidak bisa mencetak torehan yang sama seperti musim lalu – walaupun musim ini baru berjalan empat bulan – ditambah gaya bermainnya semakin memburuk di atas lapangan. Banyak yang berteriak Lukaku semakin busuk. Tapi kenapa ia bisa jatuh ke dalam jurang terdalam?

Kalau mau menyebut striker model apa seorang Lukaku, maka yang paling tepat adalah targetman. Namun dalam wawancara empat tahun lalu, ia bilang kalau gaya bermainnya bukanlah seorang targetman. Malah Lukaku merasa tidak nyaman bermain seperti itu.

Sayangnya kenyataan di atas lapangan berkata lain. Memiliki badan besar, tinggi, bongsor maka semua orang akan berpikir, “Lebih baik kamu mencari posisi terbaik saja di kotak penalti lawan.” Dan itu yang harus ia lakukan setiap pertandingan.

Sudah tidak bermain di peran terbaiknya, ditambah first touch seorang Lukaku pun semakin hari semakin memburuk. Padahal sebagai striker yang beroperasi di kotak penalti lawan, first touch adalah suatu kemampuan yang sangat dibutuhkan. Bagaimana bisa seorang striker berbadan besar sepertinya memilih meliuk-liuk di kotak penalti lawan? Ruang tembak pasti akan segera ditutup para pemain bertahan.